Pagi tadi aku tercenung…menatap putihnya langit tersalut kabut. Segera ku hirup udara pagi yang begitu segar memenuhi rongga dada ku, hingga ku rasakan kesegaran menyusup jiwa dan pikiranku. Di sini ku berada, dengan keadaan yang begitu sempurna. Tak kurasakan kesakitan di setiap ruang tubuhku. Aku memang tidak berlebihan materi, bahkan cenderung kurang. Namun… ku renungkan kembali tidak pernah satu hari pun aku kelaparan atau kehausan, sepertinya semuanya sudah disediakan bagiku. Pakaianku tidak compang – camping, bahkan aku bisa mengenakan pakaian yang berbeda setiap harinya, kakiku tidak telanjang, bahkan aku memiliki lebih dari satu pasang alas kaki. Aku bisa tidur dikasur yang empuk suhu ruangan yang sejuk, kepalaku beralaskan bantal, terlebih masih ada selimut tebal yang membalut tubuhku.
Aku dikelilingi orang-orang yang begitu mencintaiku, ibuku, suamiku, malaikat kecilku dan segenap keluarga besarku, dengan apakah semuanya itu bisa di beli?
Terlebih dalam hidupku aku memiliki Mu… Raja segala Raja, yang maha kaya, maha kuasa, aku memiliki ‘Bunda’ tempat ku mengadu, memohon pertolongan.
Tapi kenapa sungutan, gerutuan, keluhan senantiasa mengisi hari-hari ku?
Kenapa kekecewaan malah mendominasi hati ku? kesedihan menjadi sahabatku? Sehingga pikiran ku hanya terfokus pada apa yang tidak ada dihidupku, pada hal-hal yang tidak sesuai dengan yang aku ingini. Bukan pada apa yang berlimpah yang tersedia untuk ku….
Rabu, 10 September 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar