Find all the cuties thing here!!!

Selasa, 16 September 2008

First Quarter

Sepertinya faktor sugesti bergejolak kuat dalam diriku. Sejak kabar membahagiakan itu, tepat keesokan harinya aku langsung mengalami mual-mual di pagi hari. Rasanya malas sekali untuk melakukan aktivitas apapun. Untungnya untuk urusan pekerjaan aku tidak bermasalah sama sekali. Aku jadi lebih berhati-hati dalam setiap langkahku, aku jalan lebih pelan, aku benar-benar menjaga makhluk mungil dalam rahimku ini. Meski kerap mual dipagi hari, tapi aku bahagia sekali. Aku merasa menjadi orang yang paling beruntung di dunia ini. Tidak terlihat perubahan fisik yang mencolok pada diriku, pada minggu-minggu dan bulan-bulan awal kehamilan ini. Suatu siang, ketika aku merasa lesu dan sedang bekerja di komputer ku, tiba-tiba aku mengendus wangi makanan tertentu. Aku berfikir keras untuk mengetahui makanan apa yang tiba-tiba terlintas tersebut. Sampai akhirnya aku bilang ke sahabat kantorku. "Gue tau gue pengen makan apa!" sahabatku merespon "Apa? Mau makan apa?". Mereka protes karena yang aku mau adalah dendeng singapur. Untungnya di mall Taman Anggrek ada counternya, sehingga aku titip sahabat kantorku yang lain untuk membelinya. Jadilah besok paginya aku sarapan dendeng singapur.
Hari-hari selanjutnya aku sudah bisa mensiasati rasa mual tersebut, aku tahu kuncinya. Aku tidak boleh membiarkan perutku terasa lapar, karena itu akan memicu rasa mual. Meski rasa malas untuk beraktifitas masih menyergapku. Hampir setiap sore, sepulang kerja, aku langsung ganti pakaian dan hanya mencuci muka, tangan dan kaki saja. Kemudian tempat yang langsung kutuju adalah kasur. Ya, aku senang sekali berbaring dan bermalas-malasan sambil nonton tivi. Dan hampir setiap malam juga, suamiku dengan sabar duduk disebelahku dan menanyakan "Mau makan apa?" Biasanya dia kasih ide, dan aku menyetujui dan dengan segera menolaknya. Karena kalau harus dibayangkan, rasanya malah berubah dari selera menjadi mual. Toh apapun yang dia belikan untukku, aku makan juga.
Di bulan pertama kunjunganku ke dokter di rumah sakit bersalin YPK, dokter masih kesulitan untuk melakukan USG atas. Sepertinya perutku terlalu tebal, sehingga kembali aku harus menjalani USG 'bawah'. Betapa takjub ketika ku melihat di monitor ada satu bulatan (yang tadinya hanya merupakan bulatan kecil berwarna hitam) kini bulatan tersebut terisi dan aku yakin sekali saat itu aku melihat siluet baby disana. Berat badanku pun bertambah, dokter kembali memberikan multi vitamin untuk ku. Aku bersyukur karena hasil laboratorium ku (TORCH) baik-baik saja. Agak sulit untuk membaca hasilnya sendiri, karena ada yang positif dan ada yang negatif. Puji Tuhan tidak ditemukan virus Toksoplasma maupun Rubela di tubuhku, padahal waktu masih remaja aku suka bermain dengan kucing, aku juga suka makan steak yang tingkat kematangannya hanya medium.
Selama trisemester pertama ini aku sering dihinggapi rasa ragu. Apa benar aku hamil? karena aku tidak menemukan perubahan apa-apa pada tubuhku. Hanya detak jantungku yang lebih cepat dan aerolaku (maaf) yang menghitam dan melebar.
Waktu kontrol ke dokter merupakan waktu yang aku tunggu namun sekaligus membuat aku deg-deg an. Aku sempat berfikir apa karena perutku ini terlalu tebal sehingga sulit bagi bayiku untuk mendorongnya? aku takut jika di usg dan masih juga tidak terlihat. Namun syukur kepada Tuhan, ketika kunjungan berikutnya dokterku sudah bisa meng-USG dari atas perutku. Saat itu sudah dapat ku dengar degup jantung malaikat kecilku. Meski aku tidak dapat melihat sejelas ketika USG 'bawah' sosok malaikat kecilku, namun aku gembira sekali karena aku tahu dia bertumbuh didalam tubuhku.
"Thank you Lord for giving me this amazing treasure!"

Tidak ada komentar: